Kurang Impor Daging, Industri Sapi di Bali Gunakan Triple Helix

Home/Peristiwa/Berita/Kurang Impor Daging, Industri Sapi di Bali Gunakan Triple Helix

Kementerian Pertanian berupaya mengurangi ketergantungan impor daging. Salah satu caranya dengan mendukung pengembangan industri sapi di Kabupaten Buleleng, Bali.

Industri sapi Bali menggunakan metode triple helix. Di mana industri ini melibatkan pemerintah, akademisi serta sejumlah pengusaha.

“Demi mengurangi impor daging sapi, pemerintah bekerja sama dengan, akademisi, dan pengusaha untuk memulai proyek awal indusrti sapi di Bali.” tulis keterangan @kementerianpertanian, Selasa (11/8/2020).

Bali memiliki komoditas sapi lokal unggulan yang adaptif, tahan penyakit dan bereproduksi tinggi. Maka dari itu, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Pemerintah Provinsi Bali melakukan penandatangan nota kesepahaman.

Sebagai informasi, Kementan juga memiliki program upaya khusus (Upsus) sapi wajib bunting (Siwab) dalam meningkatkan populasi sapi dan kesejahteraan peternak. Inseminasi Buatan/IB dari Januari 2017 hingga 16 Desember 2018 telah terealisasi 8.237.782 ekor.

Kelahiran pedet mencapai 2.650.969 ekor. Apabila dirupiahkan setara dengan Rp21,21 triliun dengan asumsi harga satu pedet lepas sapih sebesar Rp8 juta per ekor. Nilai yang sangat besar mengingat investasi program Upsus Siwab pada 2017 sebesar Rp1,41 triliun, sehingga ada kenaikan nilai tambah di peternak sebesar Rp19,80 triliun.

Sumber: economy.okezone.com

Baca juga:
Catat 3 Pilihan Daging Merah yang Tepat untuk Penderita Diabetes – jawapos.com
Kementan Gelontorkan Dana KUR Rp 500 Miliar untuk Peternak di Bondowoso – suaraindonesia.co.id
Inginkan Generasi Baru Peternak, Penyuluhan Penting Dilakukan – suaramerdeka.com
Keswan Jembrana Gelar Pemeriksaan Massal Sapi Bali – nusabali.com

By | 2020-08-12T11:44:57+00:00 August 12th, 2020|Berita, Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment