Rumah Potong Hewan Banjarmasin turun hingga 25 %

Home/Peristiwa/Berita/Rumah Potong Hewan Banjarmasin turun hingga 25 %

Peneliti dari Universitas Mangkurat Dr Ika sumantri mengatakan Kalsel merupakan produsen sapi terbesar di Pulau Kalimatan dengan populasi sebesar 172.000 ekor. Meski begitu, Kalsel juga menjadi pasar perdagangan ternak antar pulau terbesar.

Berdasarkan hasil kajiannya di tahun 2017, impor daging kerbau telah melemahkan perdagangan ternak sapi lokal di wilayahnya.Misalnya di pasar hewan Pelaihari yang biasanya memperdagangkan sapi sebesar 500-700 ekor /pekan. Kini , maksimal hanya 150 ekor /pekan saja.

Data dari Rumah Potong Hewan Banjarmasin turun hingga 25 % sejak dibukanya impor daging kerbau yang dijual Rp 60.000-Rp 65.0000 /kg. Sementara merujuk responden di pasar basah Martapura penjualan daging sapi lokal turun 30- 50% dibandingkan 2-3 tahun lalu.

Kendati demikian harga daging sapi lokal cenderung stabil pada kisaran Rp 100.000-Rp 130.000 /kg. Sementara harga daging sapi impor maksimal Rp 85.000/kg. Merujuk catatannya, volume penjualan daging sapi di tingkat distributor sebesar 50-1010 ton /bulan, sekitar 60 % sudah dipasok dari daging kerbau India.”Impor daging kerbau menyebabkan penurunan harga sapi antar pulau rerata Rp 2 juta,” pungkasnya.

Sumber: kabarbisnis.com – 

Baca juga:
Impor Daging Kerbau India Bikin Pusing Peternak, Pengamat: Ini Berbahaya – indonesiainside.id 
Indonesia Berpotensi Alami Kerugian Ekonomi Rp 9,9 Triliun Akibat PMK – agrofarm.co.id 
ISPI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Impor Daging Kerbau India – agrofarm.co.id 
Wabah Anthraks Indikasi Pemerintah Kurang Cermat – neraca.co.id 
Makalah Seminar Dampak Importasi Daging Kerbau terhadap Usaha Sapi Potong & Keamanan Penyakit PMK di Indonesia – pb-ispi.org

 

By | 2020-01-24T11:47:28+00:00 January 24th, 2020|Berita, Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment