Biaya Operasional Ternak Sapi Membengkak

Home/Peristiwa/Biaya Operasional Ternak Sapi Membengkak

Musim kemarau menjadi salah satu momen sulit bagi para peternak sapi perah di Kota Batu. Sebab, sesuai pengalaman mereka, umumnya biaya operasional bakal membengkak saat musim kemarau ini.
Sumardi, salah satu peternak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, membenarkannya. Dia menyatakan bila minimnya ketersediaan pakan ternak menjadi penyebab pembengkakan biaya operasional. ”Biayanya bisa meningkat hingga puluhan juta jika musim kemarau telah tiba,” kata dia. Agar rumput sebagai pakan utama ternaknya bisa tersedia, dia biasa menyewa lahan ke Perhutani.

Langkah lain seperti membeli rumput dari luar kota juga dilakukannya. Beruntung, produksi susu sapi perah yang masih stabil cukup membantu dia dalam meng-cover pembengkakan biaya operasional tersebut. ”Ya, itu bisa sedikit meng-cover kebutuhan kami,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rohim menjelaskan, puncak kemarau tahun ini diprediksi bakal berlangsung hingga November nanti. ”Rumput-rumput untuk pakan ternak memang biasanya banyak yang mengering,” kata dia.

Dia memastikan bila pihaknya sudah bergerak membantu para peternak. Caranya yakni berkoordinasi dengan Perhutani KPH Malang. Agar bisa memberikan izin terhadap para peternak untuk memanfaatkan lahan yang ada. ”Pola ini sudah dijalankan mulai beberapa tahun yang lalu, setidaknya bisa sedikit mengurangi kendala para peternak sapi perah,” tutupnya.

Sumber: radarmalang.id –

Berita lain:
Pemanfaatan Limbah Pertanian Atasi Kelangkaan Pakan di Musim Kemarau – lampost.co
Populasi Melonjak Bali Berpeluang Pasok Produk Olahan Sapi ke Luar Daerah – bisnisbali.com
Kementan Petakan Potensi Suplai Daging Sapi Lokal – republika.co.id
Australia Lirik Potensi Peternakan Luwu Utara – sulselsatu.com

 

 

By | 2019-09-09T11:09:29+00:00 September 2nd, 2019|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment