Pemotongan Sapi Hidup Turun Selama Ramadan 2019

Home/Peristiwa/Berita/Pemotongan Sapi Hidup Turun Selama Ramadan 2019

Hasil pemantauan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) terhadap pasokan daging sapi selama periode Ramadan dan Idulfitri 2019 memperlihatkan adanya penurunan pemotongan sapi hidup.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPSKI Rochadi Tawaf berpendapat penurunan ini tak lepas dari masuknya daging impor asal India guna memenuhi lonjakan permintaan selama Mei-Juni 2019.

“Pemotongan sapi hidup turun sekitar 5 persen dibanding tahun lalu. Permintaan tetap tinggi [selama Ramadan] tapi terpenuhi dengan daging impor dari India,” paparnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (12/6/2019).

Kondisi ini antara lain terlihat dari hasil pemantauan di sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Bandung dan Cimahi pada 2-3 Juni 2019, atau 3 hari menjelang Idulfitri. Meski pemotongan sapi hidup bisa mencapai 450 ekor dalam sehari, naik 3 kali lipat dibanding hari biasa, tapi jumlahnya tetap lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Sementara itu, saat tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat melakukan kunjungan ke RPH Ciroyom, terdapat sekitar 600 ekor sapi hidup yang dipotong. Sebagian besar di antaranya adalah sapi jenis Brahman Cross (BX) yang digemukkan dan hanya 10 persen sapi lokal.

Meski pemantauan hanya dilakukan di Bandung dan Cimahi, Rochadi memperkirakan tren penurunan pemotongan ini juga terjadi di berbagai kawasan dengan permintaan daging sapi dan kerbau yang tinggi, termasuk Jabodetabek.

Penurunan pemotongan sapi hidup ini diakui mempengaruhi peternak. Namun, masalah ini diyakini akan selesai seiring datangnya Iduladha pada Agustus 2019.

“Penurunan pemotongan selama Ramadan ini diselamatkan nantinya dengan momen Iduladha. Jika di Indonesia tidak ada perayaan Iduladha mungkin peternak kita bisa rugi banyak,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan PPSKI, harga daging sapi lokal hidup usai Idulfitri cenderung tak mengalami penurunan dan berada di kisaran Rp45.000-Rp47.000 per kilogram (kg). Adapun harga sapi bakalan jenis BX cenderung turun menuju harga normal.

“Harga sapi lokal naik karena mengejar Iduladha,” terang Rochadi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan), kebutuhan daging sapi dan kerbau selama Mei-Juni 2019 diperkirakan 123.105 ton dengan ketersediaan di angka 72.576 ton. Guna memenuhi defisit yang mencapai 50.529 ton, Kementan melakukan sejumlah upaya pemenuhan, salah satunya adalah rencana memasukkan 11.101 ton daging dan 1.258 ton jeroan impor untuk Juni 2019.

Sumber: bisnis.com

Berita lain:
Jelang Lebaran, Permintaan Daging Meningkat 50 Persen – rmolsumsel.com

By | 2019-06-17T10:13:05+00:00 June 13th, 2019|Berita, Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment