Alami Fluktuasi Jelang Ramadan, Dispangtan Lakukan Koordinas dengan Pengusaha

Home/Peristiwa/Berita/Alami Fluktuasi Jelang Ramadan, Dispangtan Lakukan Koordinas dengan Pengusaha

TIGA komoditas kerap mengalami fluktuasi baik dari segi harga maupun permintaan saat puasa dan lebaran tiba. Karena itulah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung melakukan koordinasi dengan pengusaha dan kota/kabupaten lain dalam pemenuhan kebutuhan tersebut.

Menurut Plt Kepala Dispangtan Kota Bandung, Elly Wasliah, pihaknya sudah mengevaluasi kondisi tahun kemarin dan tiga komoditas banyak mengalami lonjakan menjelang Ramadan, yakni daging sapi, daging ayam dan telur. Sementara unruk beras dan ikan relatif stabil, tidak terlihat adanya kenaikan.

“Kami harus hadir ditengah-tengah masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam menyambut Ramadan dan lebaran, ada beberapa upaya yang kami lakukan. Kamis ini, kita undang feedloter sapi,” ungkap Elly pada rakor Dewan Ketahanan Pangan Kota Bandung di Hotel Best Western, Jln. Merdeka, Selasa (9/4/2019).

Feedloter ini diundang, kata Elly, untuk memastikan pasokan daging sapi menjelang Ramadan dan lebaran aman. Normalnya, kebutuhan sapi sekitar 80 ekor per hari. Namun menjelang Ramadan menibgkat. Pada tahun lalu, kebutuhannya hingga 400 ekor dan bahkan menjelang lebaran mencapai 700 ekor.

“Karena itu, kami akan minta feedloter meningkatkan pasokan. Kalau pasokan tidak meningkat, harga pastinya akan melonjak,” ungkapnya sambil ditambahkan untuk harga daging sapi dalam tiga tahun ini stabil.

Begitu pun untuk daging ayam, kebutuhannya kerap meningkat jelang Ramadan dan Lebaran. Biasanya, ungkap Elly, kebutuhan ayam di Kota Bandung mencapai 600 ribu dan meningkat menjadi 900 ribu ekor jelang Ramadan.

“Kami koordinasi dengan daerah pemasok dan upayakan agar pasokan juga meningkat,” tandasnya.

Ayam ini, lanjut Elly, dipasok dari Priangan Timur yakni Ciamis dan Tasikmalaya untuk pasar tradisional dan Cianjur untuk pasar modern. Harga daging ayam normalnya di angka Rp 32.000/Kg, namun tahun lalu H-1 lebaran harganya menembus Rp 45.000/Kg.

“Kenaikan yang ditolerir itu 15 persen, kalau beras 10 persen. Kalau terjadi kenaikan melebihi 15 persen, kita akan koordinasi dengan satgas pangan,” ungkapnya.

Sementara untuk telur, biasanya mengalami kenaikan permintaan menjelang Ramadan. Dari biasanya 120 ton per hari, menjelang Ramadan bisa mencapai 240-250 ton. Harga pun mengalami kenaikan dari biasanya Rp 22 ribu/kg, tahun lalu bisa menyentuh angka Rp 30 ribu/kg.

“Bandung industri kuenya banyak, jadi butuh stok buat lebaran. Sehingga peningkatan permintaan telur cukup signifikan,” ungkapnya.

Kenaikan permintaan baik daging maupun telur biasanya dimulai dari H-7 puasa dan lebaran. “Insyaallah harga-harga di Kota Bandung relatif stabil dan keamanan pangan pun terjamin. Kita akan terjunkan petugas agar tak ada komoditas yang mengandung pestisida, formalin, klorin dan zat-zat berbahaya,” ungkapnya.

Pada masyarakat, Elly pun berpesan agar tidak panic buying. “Beli bahan makanan yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan,” tandasnya.

Sumber: galamedianews.com 

Berita lain:
Kementan dorong Indonesia swasembada protein hewani – antaranews.com 
Asuransi Sapi, Peternak Cuma Bayar Rp 20 Ribu – suaramerdeka.com 
Pemilu dan Kebijakan Deregulasi – detik.com 
Kementan Dorong Percepatan Peningkatan Populasi Sapi – agrofarm.co.id 
NTB Gelar Peltek Peternakan Non Aparatur – tribunnews.com 
Tak Penuhi Standar, Daging Sapi Bali Belum Diterima oleh Hotel dan Restoran – tribunnews.com

By | 2019-04-10T11:36:22+00:00 April 10th, 2019|Berita, Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment