PPSKI: Orientasi Kebijakan Bukan Kepada Penurunan Harga Komoditas

Home/Peristiwa/PPSKI: Orientasi Kebijakan Bukan Kepada Penurunan Harga Komoditas

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) meminta pemerintah untuk menjadikan peningkatan produksi dan produktivitas sebagai orientasi kebijakan pembangunan ternak sapi dan kerbau pada 2018.

Selain itu, menurut Ketua Umum PPSKI Teguh Boediyana di Jakarta, Jumat (5/1), kebijakan pembangunan peternakan sapi dan kerbau ke depan juga harus berpihak pada peningkatan kesejahteraan peternak.

“Selama tahun 2017, iklim usaha beternak sapi dan kerbau sangat tidak kondusif karena kebijakan pemerintah menetapkan harga daging sapi Rp 80.000 di bawah biaya produksi peternak,” katanya.

Dalam rangka merealisasikan hal tersebut, tambahnya, pemerintah telah menetapkan kebijakan membuka impor jeroan dan membebaskan importasi daging India walaupun melanggar UU Nomor 41 tentang PKH dan meneruskan kebijakan ini pada tahun 2018.

Selain itu, kata dia, pemerintah telah melahirkan kebijakan-kebijakan yang tidak kondusif antara lain kebijakan rasio impor sapi bakalan dan indukan yang telah membuat tidak kondusifnya usaha penggemukan yang dilakukan korporasi berdampak terhadap pola usaha peternakan rakyat yang merugi.

Faktor penyebab utama tidak kondusifnya iklim usaha peternakan menurut Teguh, adalah ketidakberpihakan pemerintah terhadap peternakan rakyat yang menguasai 98% populasi ternak. Pemerintah, lebih berpihak kepada konsumen dan produsen industri.

Oleh karena itu, ujar Teguh, pemerintah harus mereorientasi kebijakan pembangunan peternakan sapi dan kerbau bukan kepada penurunan harga komoditas, melainkan peningkatan produksi dan produktivitas serta kesejahteraan peternak sapi/kerbau.

Selain itu, PPSKI mengharapkan pemerintah segera mengubah tujuh kebijakan yang kontraproduktif sehingga usaha peternakan sapi dan kerbau dapat tumbuh dan berkembang secara kondusif.

“Pemerintah sebaiknya memperbaiki dan menggunakan data yang baku tentang pembangunan peternakan,” katanya.

Sumber: medanbisnisdaily.com

Baca juga
Bappenas: Daging Sapi Mulai Jadi Kebutuhan Utama Masyarakat – kompas.com
Konsumsi Protein Hewani Masyarakat Indonesia Rendah, Ini Penjelasan UGM – netralnews.com

By | 2018-01-12T08:53:29+00:00 January 12th, 2018|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment