Kebijakan Perlu Dievaluasi Karena Kurang Sentuh Peternak Sapi

Home/Peristiwa/Kebijakan Perlu Dievaluasi Karena Kurang Sentuh Peternak Sapi

Ketua Komunitas Sapi Indonesia sekaligus peternak asal Lampung Nanang Purus Subendro mengatakan melalui upsus siwab, pemerintah memberikan subsidi ke peternak sapi rakyat tidak lebih dari Rp200.000 per ekor.

Sejalan dengan itu, peternak rakyat dihadapkan pada kebijakan daging murah melalui importasi daging kerbau beku asal India. Belum lagi, biaya pakan, upah tenaga kerja, pembelian pedet, dan pengobatan, yang naik setiap tahun.

“Dengan kebijakan harga daging murah, maka upsus siwab tidak berarti apa-apa. Juga tidak akan mampu mendorong usaha peternakan sapi lokal,” ungkapnya.

Sebaliknya, Nanang mengatakan jumlah peternak sapi lokal justru mengalami tren penurunan setiap tahun. Hal ini ditandai jumlah kepemilikan sapi di masing-masing peternakan.

Tanpa kehadiran peternak, menurut dia, target swasembada sapi dan daging pada 2026 sulit tercapai. “Ini karena usaha peternakan sapi yang semakin tidak menguntungkan, maka peminatnya semakin sedikit,” tambahnya.

Sumber: bisnis.com

Baca juga
Gapuspindo: Presiden Wajar Marah, Permentan Hambat Investasi – gapuspindo.org

Jokowi: Jangan Buat Kebijakan Tanpa Kajian Mendalam – gapuspindo.org

Rochadi Tawaf: Kebijakan Ratio Impor Bersifat Memaksa – gapuspindo.org

Tentang Daging Kerbau Dari India – gapuspindo.org

 

By | 2017-10-04T11:28:22+00:00 October 4th, 2017|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment