Gapuspindo: Presiden Wajar Marah, Permentan Hambat Investasi

Home/Peristiwa/Opini/Gapuspindo: Presiden Wajar Marah, Permentan Hambat Investasi

Mengutip berita yang dirilis oleh media online dalam artikel yang berjudul “Jokowi Ungkap Alasan Tegur Menteri Soal Penerbitan Peraturan”, Senin (24/7) bahwa Presiden menegur para menteri yang kerap membuat peraturan menteri (Permen) dalam pembukaan sidang kabinet paripurna (24/7). Rupanya, teguran tersebut muncul lantaran sulit masuknya investasi. Membaca berita tersebut kami menilai bahwa kemarahan presiden tersebut sangat benar dan wajar.

Hal ini bisa dilihat pada Permentan nomor 02 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan menteri pertanian nomor 49/permentan/pk.440/10/2016 tentang pemasukan ternak ruminansia besar kedalam wilayah negara republik Indonesia.

Ini merupakan contoh peraturan yang menghambat masuknya investasi dan bahkan menghancurkan investasi yang sudah ada dibidang usaha penggemukan sapi potong di Indonesia khususnya Permentan no 02 tahun 2017 pasal 7 ayat 1, 2 dan 3 yang mewajibkan pelaku usaha penggemukan sapi potong untuk melaksanakan instrumen rasio impor 1 ekor indukan : 5 ekor sapi bakalan setiap melakukan impor sapi bakalan.

Aturan tersebut secara teknis dan ekonomis tidak bisa dilakukan oleh pengusaha penggemukan sapi potong. Secara teknis, pengusaha penggemukan sapi potong tidak memiliki skil untuk mengelola sapi indukan karena core bisnisnya adalah penggemukan sapi potong dan space kandang tidak mampu menampung sapi jika dilakukan berdasarkan instrument tsb. Secara Ekonomis, usaha indukan butuh kapital besar, namun tidak dapat dukungan dari perbankan karena usaha pembiayaan indukan merugi.

Berhentinya investasi usaha penggemukan sapi potong bisa berdampak kepada pemutusan hubungan kerja hingga terhentinya nilai ekonomi di pedesaan karena selama ini kebutuhan pakan sapi potong berasal dari petani di pedesaan.

By | 2017-10-04T11:25:43+00:00 October 4th, 2017|Opini|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment