Ancam Usaha dan Langgar UU

Home/Peristiwa/Opini/Ancam Usaha dan Langgar UU

Peternakan rakyat selama ini telah berkontribusi senilai Rp45 Triliun dalam setahun dan perusahaan penggemukan sapi (feedloter) senilai Rp6 Triliun. Hal ini disampaikan oleh Rochadi Tawaf, Dosen UNPAD dalam media cetak Infovet edisi 275 yang berjudul “Impor Daging India Langgar UU PKH?”.

Kontribusi

Ia merilis bahwa program swasembada daging sapi dari pemerintah yang menghabiskan dana sekitar Rp18 Triliun tidak mampu menghasilkan sapi bakalan siap potong sebanyak 3 juta ekor pertahun. Menurutnya, jika program ini dipaksakan maka tidak ada lagi perusahaan penggemukan sapi yang mampu memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat petani dan peternak dengan efek ganda penyerapan tenaga kerja dan pakan yang bernilai sebesar 1 triliun pertahunnya.

Langgar UU PKH

Melalui sumber yang sama, Ia juga menulis bahwa impor daging kerbau dari India dilarang oleh Undang-Undang no 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan pasal 36E. Ia juga menegaskan dalam tulisan tersebut bahwa Peraturan Pemerintah nomor 4 tahun 2016 pasal 6 ayat 1C bertentangan dengan UU 41/2014.

Sumber: dikutip dari majalah Infovet edisi 275 – Juni 2017

Baca juga
Daging Kerbau India Ancam Jutaan Peternak Rakyat
Waspada Penyakit Mulut dan Kuku

“Undang-Undang membatasi untuk melakukan impor level yang paling rendah dan boleh impor berdasarkan zona base yang sudah dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh OIE (Badan Kesehatan Hewan Dunia)” – Herman Khoerun, Wakil Ketua Komisi IV

By | 2017-07-10T13:50:17+00:00 July 10th, 2017|Opini|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment