Pemotongan Sapi Menurun

Home/Peristiwa/Pemotongan Sapi Menurun

Ross Ainsworth, pengamat industri peternakan Australia meragukan larangan pemotongan sapi dan kerbau yang diberlakukan oleh India bisa bertahan lama. Menurutnya, perdagangan yang dipertaruhkan terlalu besar akibat larangan menghentikan pemotongan kerbau. “Ada sekitar 2 juta ton daging kerbau India dijual secara Internasional,” ungkapnya yang dikutip dari media online (sumber) dalam artikel yang berjudul “Pengamat industri peternakan Australia Ross Ainsworth meragukan larangan pemotongan sapi dan kerbau yang diberlakukan Pemerintah India akan bertahan lama”, Kamis (1/5).

Tentu saja larangan itu memicu protes di India, karena akan ada jutaan lapangan kerja akan hilang jika pemerintah menghentikan ekspor daging senilai $4 miliar. Namun, tanggapan berbeda terhadap larangan pemotongan kerbau di India datang dari pihak Australia. Stuart Kemp, CEO Northern Territory Livestock Exporters Association yang dikutip melalui sumber menyatakan bahwa larangan India tersebut dapat meningkatkan permintaan daging sapi Australia. Menurutnya, dalam 10 bulan terakhir ini terjadi penurunan pemotongan sapi sejak masuknya daging kerbau India ke Indonesia.

“Terjadi penurunan jumlah pemotongan sapi turun 40% – 50%”

– Stuart Kemp

Sumber: australiaplus.com

Baca juga
Bantah Guru Besar UGM, Kementan: Harga Eceran Tertinggi Lindungi Petani dan Konsumen Lokal – rmol.co
Feedloter Pastikan Stok Daging Cukup untuk Lebaran – republika.co.id
“Berkah” Tukang Masak dari Sapi-sapi Australia… – kompas.com

By | 2017-06-05T11:54:53+00:00 June 5th, 2017|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment