Data Simpang Siur, Kebijakan Keliru

Home/Peristiwa/Data Simpang Siur, Kebijakan Keliru

Kebijakan swasembada daging sapi selalu gagal mencapai tujuan sejak tahun 2009. Menurut Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf melalui media online (sumber) dalam artikel yang berjudul “Salah Data, Pangkal Gagalnya Program Swasembada Daging Sejak 2009”, Jum’at (28/4) bahwa biang keladi masalah tersebut adalah kesalahan data acuan yang digunakan pemerintah kala itu. “Masalah pertama ini kan soal data yang simpang siur. Berapa populasinya, berapa kebutuhan daging sapi di Indonesia per kapita. Kalau data salah implikasinya salah kebijakan,” kata Syarkawi dikutip dari sumber.

Dia mencontohkan, tahun 2015 lalu pemerintah berasumsi produksi daging sapi lokal mencukupi, sehingga perlu diambil langkah membatasi kuota impor sapi bakalan. Namun yang terjadi, kebijakan tersebut malah membuat kenaikan harga daging sapi yang saat itu menembus Rp 150.000/kg di Jabodetabek.

“Feedloter yang khawatir tidak mendapatkan kuota sapi bakalan di triwulan ketiga dan keempat, akhirnya mengurangi jatah impornya di triwulan pertama dan kedua atau disimpan. Akhirnya sapi jadi mahal,” pungkas Syarkawi.

Sumber: detik.com

Baca juga:
Sementara itu, Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano, berujar feedloter atau perusahaan penggemukan sapi juga kena imbas dari masuknya daging kerbau India ~ detik.com

Rencana pemerintah untuk menambah daging sapi dan kerbau impor dikeluhkan pedagang lokal ~ republika.co.id

Saya memprediksi peternak akan kolaps setelah Idul Adha ~ bisnis.com

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf, mengatakan polemik lonjakan harga daging sapi yang sampai saat ini tak kunjung turun, sebenarnya berawal sejak tahun 2009. tepatnya saat pemerintah memperketat impor sapi bakalan dan daging beku lantaran menurut data, dianggap sudah swasembada ~ detik.com

By | 2017-05-09T07:49:28+00:00 May 2nd, 2017|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment