PRESS RELEASE: Penjelasan Gapuspindo Tentang Pajak

Home/Peristiwa/Opini/PRESS RELEASE: Penjelasan Gapuspindo Tentang Pajak

Akhir–akhir ini muncul berita-berita yang menurut kami memiliki banyak kerancuan dan juga terkesan bahwa importir sapi melakukan penghindaran pajak dan pengambilan untung yang tidak wajar. Hal ini sangat perlu diluruskan karena faktanya tidak demikian.

Baca juga
Pengusaha Sebut Kewajiban Membayar Pajak Impor Sapi Sudah Sesuai Aturan

  1. Sebanyak 40 (empat puluh) perusahaan penggemukan sapi yang tergabung dalam Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (GAPUSPINDO) melakukan kegiatan proses penggemukan sapi bakalan yang 70 % sapi bakalan diimpor dari Australia dan 30% nya bersumber dari sapi lokal, dalam hal ini kami adalah Importir Produsen dan memilik IT (Importir Terdaftar).
  2. Sebagai Importir Produsen pada dasarnya melakukan 3 (tiga) kegiatan yang telah diatur secara ketat oleh Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri sebagai berikut:

(a) Melakukan importasi Sapi Bakalan

Importasi sapi bakalan dapat dilakukan setelah memperoleh Surat Persetujuan Impor (SPI) yang dierbitkan oleh Kementerian Perdagangan atas dasar Permendag No 59/M-DAG/PER/8/2016. penerbitan SPI tersebut setelah mendapatkan Rekomendasi dari Kementerian Pertanian yang dipersyaratkan dalam Permentan No. 2/Permentan/PK.490/2/2017 atas perubahan Permentan No 49/Permentan/PK.440/10/2016. Intinya impor sapi bakalan yang masuk ke pelabuhan Indonesia dikenakan dan langsung membayar Bea masuk sebesar 5% berdasarkan Permenkeu No 166 tahun 2011 dan menyetor 2,5% untuk pph pasal 22,

Mencermati proses tersebut tidak ada kemungkinan penggelapan pajak karena sudah di ambil di depan oleh Pemerintah melalui pemeriksaan yang ketat oleh Bea dan Cukai. Ketatnya proses importasi sapi maka tidak mungkin bagi importir melakukan penipuan laporan barang karena sapi hidup tidak mungkin disembunyikan dan terlihat dengan jelas dan tidak di packing, justru yang ada kemungkinan restitusi jika pajak keuntungan usaha (pph Badan sebesar 25% dari PKP) pada akhir tahun hasilnya lebih kecil dari jumlah pajak yang sudah di setor di depan (pph pasal 22).

Sebagai informasi untuk 700 ribu ekor sapi bakalan yang di impor dengan berat hidup rata-rata 300 kg dan harga beli sampai di tempat saat ini adalah sebesar Rp 49 ribu per kg hidup ( CIF USD 3.4 +bea masuk 5% + EMKL Rp 1500) maka nilai impor lebih dari Rp 10 Triliun, sehingga total pph pasal 22 yang ditarik Pemerintah di depan lebih dari Rp 250 milyar.

(b) Melakukan Proses Penggemukan Sapi

Sapi bakalan yang di impor tersebut harus di gemukan selama 4 (empat) bulan sebagaimana yang diwajibkan oleh UU No 41 tahun 2014 , proses penggemukan tersebut menggunakan bahan baku pakan lokal dan limbah pertanian serta menyerap lapangan kerja langsung 33 orang setiap 1000 ekor pemeliharaan sapi . Proses penggemukan tersebut dapat meningkatkan pertambahan berat badan sekitar 50% dari sapi bakalan berat badan awal 300 kg menjadi sapi gemuk 450 kg.

(c) Penjualan sapi Gemuk

Penjualan sapi gemuk dilakukan setelah masa penggemukan minimal 4 bulan dan mencapai berat tertentu kepada pengusaha pemotongan hewan (Jagal) dan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang telah mendapatkan izin Pemerintah ( PP No 22 tahun 1983) dan sudah lulus audit Kesejahteraan hewan

Anggota kami sebagai importir Produsen hanya melakukan 3 kegiatan tersebut diatas dan produk akhirnya adalah sapi gemuk / siap potong. Kegiatan tersebut juga disebut dan dikenal sebagai usaha Feedlot . Sapi gemuk dengan berat rata-rata 450 kg dijual ke Pengusaha Pemotongan sapi yang produk akhirnya adalah daging sapi segar . Saat ini Pengusaha Feedlot menjual sapi gemuk kepada pengusaha pemotongan sapi adalah sekitar Rp 42 ribu per kg berat hidup

  1. Importir sapi bakalan dalam berita-berita teb sering dirancukan dengan importir daging sapi beku yang melakukan usaha yang sama sekali berbeda. Importir daging beku hanya mengimpor daging beku dalam kontainer dan mendistribusikan kepada konsumen artinya tidak ada nilai tambah. Contoh impor 100 ribu ton tidak mengalami perubahan volume yaitu tetap 100 ribu ton . importasi dilakukan oleh Perusahaan yang tergabung dalam asosiasi lain seperti ASPIDI, APPHI dll.
  1. Mulai tahun 2016 Pemerintah juga memberikan izin khusus dan hanya kepada BULOG untuk mengimpor daging kerbau beku. Hal ini mengakibatkan jumlah impor daging beku melonjak sementara dari sisi pajak tidak ikut naik. Selama Bulog mendapat izn khusus untuk mengimpor daging kerbau beku praktis jumlah impor baik daging sapi beku dan sapi bakalan menurun karena perbedaan harga yang terpaut sangat jauh

Joni Liano, Direktur Eksekutif Gapuspindo

Baca juga
Permendag 59/2016
Permentan 2/2017
Permenkeu 166/2011
PP 22/1983

Baca juga
Gapuspindo tegaskan setiap langkah impor sapi sudah mengantongi SPI
Gapuspindo: Importir sapi sulit manipulasi data pajak
Pebisnis feedloter bantah kemplang pajak
Penjelasan Gapuspindo terkait pajak
Gapuspindo lakukan penggelapan pajak?

 

By | 2017-03-10T07:37:15+00:00 March 7th, 2017|Opini|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment