Dirjen PKH Klarifikasi Penyebab Kematian Sapi Di NTT Karena Penyakit Se Bukan BSE

Home/Peristiwa/Dirjen PKH Klarifikasi Penyebab Kematian Sapi Di NTT Karena Penyakit Se Bukan BSE

Sehubungan dengan adanya kasus kematian pada 85 (delapan puluh lima) ekor ternak sapi di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diberitakan akibat terkena penyakit Bovine Spongbiform Enchephalopahty (BSE), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Drh. I Ketut Diarmita, MP menyampaikan penjelasan bahwa dari hasil identifikasi awal yang telah dilakukan oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar dan Dinas Peternakan Provinsi NTT diduga kuat penyebab kematian ternak sapi tersebut karena penyakit SE (Septichemia Epizootica) yang juga dikenal sebagai penyakit ngorok. Hal ini sekaligus menjelaskan bahwa penyebab kematian pada ternak sapi tersebut bukan disebabkan oleh penyakit BSE atau yang dikenal dengan penyakit Sapi Gila.

Sumber: informasi lebih lanjut silahkan klik ditjennak.pertanian.go.id

By | 2017-02-02T08:46:17+00:00 February 2nd, 2017|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment