Lini Pembibitan Sapi Libatkan Peternak Lokal

Home/Peristiwa/Lini Pembibitan Sapi Libatkan Peternak Lokal

 

Kalangan pengusaha meminta pemerintah terus mengawal rencana pemberlakuan kredit peternakan dan subsidi agar akses modal dari perbankan bisa segera dinikmati hingga ke peternak lokal

Adapun, untuk menuju kemandirian dari impor sapi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali mengusung skema baru. Dalam rancangan anyar tersebut, Kemendag melibatkan peternak lokal dalam lini pembibitan. Skema tersebut juga menjadi alternatif agar aliran kas pengusaha tetap lancar meski tengah melakukan pembibitan sapi. Wakil Ketua Umum Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Juan Permata Adoe mengungkapkan skema investasi pembibitan yang diinisiasi Kemendag memang akan memberatkan dari sisi neraca keuangan.

Pasalnya, untuk setiap sapi indukan yang dipelihara, maka ada dana yang tertahan dan tak bisa berputar dalam rentang waktu yang cukup lama. Mencuatnya rencana pemerintah dengan melibatkan peternak lokal melalui skema kredit peternakan dipandang akan menjadi angin segar bagi industri peternakan sapi. Namun, Juan meminta pemerintah gencar melakukan pengawalan kepada perbankan agar para bankir mau mengucurkan kredit untuk skema investasi tersebut. “Karena selama ini untuk mendapat kan kredit dari perbankan tak mudah,” jelas Juan ketika dihubungi, Selasa (13/9).

Salah satu upaya lain yang dipandang Juan bakal meyakinkan pihak perbankan yakni soal payung hukum. Menurutnya, untuk skema investasi pembibitan ini, Kemendag harus menerbitkan payung hukum. Bahkan jika perlu dibentuk lagi payung hukum yang menjamin aturan tersebut akan berlakusecara berkelanjutan kendati di tengah jalan ada pergantian kepemimpinan. “Peraturan harus sustainable sehingga kepercayaan investasi dan perbankan jalan. Kalau payung hukum tidak ada, bagaimana orang mau percaya?,” tuturnya. Menyoal landasan hukum, Juan juga mengingatkan Kemendag untuk melakukan koordinasi dengan kementerian terkait agar tak ada aturan yang tak sinkron ketika kebijakan ini dijalankan.

BUNGA RENDAH

Sementara itu, Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Joni Liano mengapresiasi rencana Kemendag tersebut. Menurutnya, agar perbankan memandang skema kredit ini layak, pemerintah mesti memberikan subsidi agar bunga yang ditawarkan bankir lebih rendah. “Nah, apakah pemerintah mau memberikan subsidi?” tukas Joni dalam pesan singkatnya, Rabu (14/9).

Adapun, mengawali pekan ini, Kemendag tengah merancang sistem kerja sama penggemukan sapi bakalan dan pembibitan denganpeternak lokal melalui skema kredit. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya telah mengantongi hasil hitungan rasio impor sapi bakalan yang akan mempercepat kemandirian impor yakni sebesar 1:5. Artinya, untuk setiap lima sapi bakalan yang diimpor, importir mesti memiliki satu sapi indukan.

Nantinya, lanjut Enggar, dalam rancangan menuju kemandirian impor itu, pihaknya bakal melibatkan peternak lokal. Skemanya, setiap hasil pembibitan dari sapi indukan akan diberikan kepada peternak lokal untuk digemukkan. “Kami ada program dengan sapi indukan yang kemudian hasilnya itu untuk penggemukan oleh rakyat. Mereka akan menjual kepada peternak dengan skema kredit sehingga mereka bisa membantu kehidupan peternak itu sendiri,” ujar Enggar di gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa (13/9).

Menurut Enggar, pihaknya akan segera menyampaikan skema ini kepada perbankan pelat merah dan swasta untuk mendapatkan dukungan kredit. Namun, jika kalangan bankir menilai skema tersebut tak layak, pihaknya bakal mengajak kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kami juga akan bicara dengan Menteri Koperasi dan UKM untuk membentuk koperasi-koperasi sapi.” Saat ini, tahapan skema tersebut masih menunggu proses perizinan impor sapi bakalan rampung. Jika semua proposal investasi pembibitan dari importir sapi bakalan telah masuk dan diteken Kemendag, Enggar memperkirakan skema tersebut bisa berjalan pada awal tahun depan. Skema itu pun dinilai tak hanya menguntungkan peternak lokal.

Menurut Enggar, para importir sapi bakalan pun akan diuntungkan mengingat arus kas yang terjamin pergerakannya. Enggar juga memastikan pihaknya tetap akan melakukan pemantauan harga agar peternak lokal yang kecil dan para importir tetap untung.

Sumber: Koran Bisnis

 

By | 2017-05-09T07:49:59+00:00 September 15th, 2016|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment