Apfindo Bermetamorfosa Jadi Gapuspindo

Home/Peristiwa/Apfindo Bermetamorfosa Jadi Gapuspindo

Keinginan pemerintah untuk menata organisasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan tampaknya mendapat respon positif dari kalangan pelaku usaha terkait. Mereka yang bergerak di bidang usaha sapi potong, belakangan membentuk wadah baru yang diberi nama Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia, disingkat Gapuspindo.

Pelantikan ketua dan anggota dewan Gapuspindo masa bakti 2016-2019 telah dilakukan langsung oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Muladno, usai acara Munas I Gapuspindo tanggal 17 Februari 2016 di Bandar Lampung. Turut menyaksikan acara pelantikan itu Kepala Dinas PKH Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas serta sejumlah pimpinan asosiasi di bidang sapi potong.

Dari hasil Munas pertama Gapuspindo tersebut telah ditetapkan 12 nama sebagai pimpinan dan anggota dewan Gapuspindo untuk periode kepengurusan tahun 2016-2019. Antara lain terpilih Hafid Wahyu dari PT. Agri Satwa Jaya Kencana sebagai Ketua Dewan. Sementara sebagai Wakil Ketua ditetapkan Didiek Purwanto dari PT. Karunia Alam Sentosa Abadi dan sebagai Bendahara, Dudi Eko Setiawan dari PT. Eldira Fauna Asahan.

Gapuspindo merupakan nama baru dari organisasi yang telah eksis lama di tanah air yakni Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo). Dengan bermetamorfosa menjadi Gapuspindo maka kini anggota organisasi tak lagi hanya perusahaan penggemukan(feedloter) sapi, melainkan juga pelaku usaha lain yang terkait dengan kegiatan peternakan sapi potong.

Menurut Direktur Eksekutif Apfindo (demisioner), Joni Liano, kesepakatan melakukan perubahan nama dari Apfindo menjadi Gapuspindo dicapai pada saat kegiatan Munas luar biasa (Munaslub) Apfindo tanggal 5 November 2015. Salah satu agenda Munaslub ketika itu adalah membahas penyempurnaan AD/ART organisasi.

Sesuai dengan amanah AD/ART organisasi, maka setelah Munaslub Apfindo, Gapuspindo perlu segera melaksanakan Munas. “Tim pengarah memutuskan Provinsi Lampung sebagai lokasi Munas pertama karena daerah ini merupakan lumbung ternak nasional dan dapat dijadikan model pengembangan peternakan sapi di Indonesia,” jelasnya.

Fokus Rekrut Peternak

Setelah “berganti baju” menjadi organisasi yang nantinya karakteristik anggotanya lebih beragam, lalu apa langkah ke depan yang akan dilakukan Gapuspindo? Dalam perbincangan dengan Sinar Tani Ketua Dewan Gapuspindo, Hafid Wahyu menekankan bahwa dalam jangka pendek organisasi yang dipimpinnya terlebih dulu akan melakukan upaya konsolidasi ke dalam.

Langkah berikutnya adalah fokus untuk bisa merekrut sebanyak mungkin anggota dari kalangan peternak sapi, karena pada dasarnya industri penggemukan sapi tak akan bisa dilepaskan dari usaha menghasilkan sapi bakalan. “Jadi peran peternak sapi lokal itu sangat strategis dan kami berharap akan banyak peternak sapi yang menjadi anggota Gapuspindo,” tuturnya.

Dengan terwadahi dalam organisasi Gapuspindo pihaknya mengharapkan ke depan peternak bisa berorientasi ke bisnis komoditi, sehingga memiliki skedul produksi dan penjualan yang jelas, bukan lagi beternak sapi hanya sebagai tabungan.

Duduk berdampingan dengan kalangan industri penggemukan sapi dalam satu organisasi, menurut Hafid, akan banyak manfaat yang dipetik oleh peternak. Misalnya pihak industri feedloter bisa menularkan teknologi pembesaran ternak atau teknologi pengawetan pakan hijauan yang dikuasainya.

“Begitu juga kalau ada anggota yang sukses di kegiatan pembibitan, maka peternak bisa belajar banyak mengenai ilmu pembibitan yang efektif dan efisien. Dan yang penting lagi nantinya sesama anggota bisa saling menjalin kemitraan menyangkut pemasaran produk yang dihasilkan masing-masing,” ujar Hafid.

Tantangan Gapuspindo ke depan dipandang Hafid sangat berat karena kebutuhan ternak sapi untuk memasok kebutuhan daging dalam negeri mencapai sekitar 3,5 juta ekor per tahun. Belum bisa sepenuhnya dipasok dari peternak sapi lokal sehingga sebagian harus diimpor. “Karena itu sinergi harus diciptakan antara pembibit, peternak budidaya dan pelaku industri penggemukan di dalam negeri agar kebutuhan daging sapi kita dapat terpenuhi,” katanya. Ira

Editor : Julianto

Sumber: http://tabloidsinartani.com/content/read/apfindo-bermetamorfosa-jadi-gapuspindo/

By | 2017-05-09T07:50:14+00:00 April 24th, 2016|Peristiwa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment